Tampilkan postingan dengan label Bacan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

Ciri Khas Batu Bacan Doko dan Bacan Palamea

Ciri Khas Batu Bacan Doko dan Bacan Palamea- Batu bacan yang paling populer dikalangan penggemar batu ada dua jenis, yaitu batu bacan doko dan batu bacan palamea. Namun pada saat ini yang paling banyak dicari adalah batu bacan yang jenis doko. Keduanya sama-sama dapat berubah warna menjadi kristal yang mengkilat dan akan menambah keindahan batu bacan.

Batu bacan mengkristal terjadi ketika umur batu sudah semakin tua. Perubahan warna menjadi kristal ini sebenarnya bukanlah proses yang mistis. Batu bacan memiliki serat batu atau inklusi yang padat yang secara perlahan-lahan dapat berubah menjadi kristal-kristal yang semakin menawan.

Bacan Doko memiliki ciri khas dengan warnanya yang hijau tua dan hijau bening. Warna hijau pada Bacan Doko kadang lebih gelap, sehingga banyak orang yang menyebutnya dengan Bacan Doko Cincau. Warna yang gelap ini apabila disenter akan memperlihatkan sisi hijau cerah yang amat diminati oleh para pecinta batu akik.

Batu Bacan jenis ini lebih cepat berubah warna apabila dibandingkan dengan batu Palamea. Proses perubahan warna batu Bacan Doko hanya sekitar 4 sampai 5 bulan. Warna yang tadinya gelap akan menjadi semakin cerah seperti titik-titik kristal semakin cerah warna hijau batu Bacan Doko, maka harganya pun menjadi semakin mahal.

Bacan Palamea memiliki ciri khas batu mulia dengan warna hijau kebiruan. Janis batu Bacan ini ditemukan di desa Palamea yang kemudian digunakan sebagai nama batu jenis batu Bacan. Proses kristalisasi batu bacan dari gelap menjadi bening akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan Bacan Doko.

Demikian artikel tentang Ciri Khas Batu Bacan Doko dan Bacan Palamea. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi anda semua.

Selasa, 24 Maret 2015

Cara Memilih Bahan Batu Bacan Doko

Cara Memilih Bahan Batu Bacan Doko- Batu asal Maluku Utara ini telah dikenal dunia sebagai batu permata berkualitas unggulan dan membuat batu ini sering menjadi incaran para gemslover, hanya saja untuk harga dibawah 1 jutaan masih belum bisa memperoleh batu yang terbilang sempurna dan umumnya masih ada banyak warna hitam didalamnya.

Memilih bahan batu bacan terutama bacan doko yang baik harus dilakukan dengan hati-hati. Apalagi dengan semakin meningkatnya permintaan batu bacan doko akhir-akhir ini, semakin banyak bahan batu bacan doko muda yang menggelontor pasaran batu mulia.

Tidak ada yang bisa disalahkan. Ditengah permintaan yang meningkat drastic, sementara pasokan bahan batu bacan doko berkualitas yang terbatas, membuat orang “memaksakan” bahan batu bacan muda dijual ke pasaran. Sayangnya lagi, tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, banyak penggemar batu mulia yang “tertipu” dengan bahan batu bacan palamea muda yang tidak berkualitas.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memilih bahan batu bacan doko yang baik, yaitu :

1. Usahakan memilih bahan dalam keadaan kering. Dalam keadaan kering, maka kondisi batu aslinya lebih mudah terlihat. Penjual bahan    batu bacan doko berkualitas, tidak akan takut menggelar dagangannya dalam keadaan kering

2. Perhatikan warnanya. Pilih bahan batu bacan doko yang berwarna cerah dan tidak kusam. Bacan doko umumnya berwarna hijau sampai    Hijau tua. Jangan memilih bahan batu bacan pdoko yang cenderung “putih”. Karena ini menunjukkan bahan batu masih muda

3. Pilih batu yang lebih berat diantara yang ada. Bahan Batu bacan doko yang sudah tua / mengkristal, lebih berat dibanding yang muda

4. Gunakan senter yang terang. Senter bahan batu bacan doko secara menyeluruh. Perhatikan seberapa besar iklusi / kotoran yang ada    dalam batu. Hindari bahan batu bacan doko yang memiliki bakat cacat bawaan. Gunakan Kaca pembesar / loop jika diperlukan

5. Usahakan membeli bahan batu bacan doko di penjual yang memiliki reputasi baik. Minta referensi kawan baik offline maupun online

6. Jika masih juga bingung, ajak teman yang lebih paham tentang dunia batu bacan doko

7. Jika bahan batu yang ingin anda beli, memiliki harga yang lumayan mahal, bisa mencobanya membawa ke lab batu. Saat ini lab batu    semakin mudah ditemukan, dan biayanya juga semakin terjangkau

Hal yang tak kalah penting dalam memilih bahan batu bacan doko adalah kesabaran dan ketenangan anda. Kesabaran membuat anda lebih berhati-hati. Sedangkan ketenangan, akan membuat anda tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu penjualnya.

Demikian sajian kami kali ini. Semoga tulisan singkat mengenai Cara Memilih Bahan Batu Bacan Doko dapat membantu anda.

Sejarah Batu Bacan

Sejarah Batu Bacan- Batu bacan sudah dikenal sejak tahun 1960an. Sejarah Batu bacan yang terdapat di Pulau Kasiruta bukan di pulau Bacan, namun karena pusat pemerintahan berada di Labuha, pulau Bacan maka batu tersebut diberi nama batu bacan. Pada waktu itu, jenis batu bacan yang sangat digemari masyarakat adalah jenis batu bacan yang berwarna hati hiu, Batu bacan kembang super dan batu bacan yang berwarna biru.

Kenapa dikatakan batu bacan warna kembang super, karena terdiri atas 3-4 warna yang terdapat dalam batu bacan tersbut. Orang yang menggosok batu bacan pertamakali bernama Muhammad tinggal di desa Amasing, Pulau Bacan. Dulu, batu bacan sama sekali tidak bernilai seperti sekarang karena dulu tidak ada pembeli lokal dan pembeli dari luar daerah. Ketika itu, tidak ada satupun masyarakat yang bekerja sebagai penambang batu bacan.

Latar belakang pekerjaan masyarakat di pulau Kasiruta adalah petani yang pergi ke kebun untuk mencari damar. Kadang mereka menemukan batu bacan di sungai. Jika ada petani yang menemukan batu bacan biasanya akan menukar batu bacan dengan barang-barang sembako. Pada tahun 1990an bongkahan batu bacan super kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura, yang nilainya setelah ditukar Rupiah pada masa itu sebesar 7 juta.

Pemilik batu bacan itu bernama Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Pada saat ini desa Palamea sudah menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat. Warga Singapura yang membeli batu bacan dengan harga yang cukup tinggi itu membuat batu bacan mulai dikenal di kalangan penggemar batu di luar negeri.

Pasca kerusuhan, sekitar tahun 2005 batu bacan mulai banyak diminati. Peminat batu bacan dari manca negara yang datang ke pulau Bacan adalah kalangan dari Suku Tionghoa. Suku Tionghoa membeli batu bacan dengan jenis yang berbeda. Batu bacan yang paling diminati ialah batu bacan hijau dan batu bacan biru. Batu bacan warna merah juga mereka cari tetapi sangat sulit didapatkan batu bacan yang berwarna merah. Mulai tahun 2009 sampai sekarang, pembeli dari suku Tionghoa datang langsung membeli bongkahan batu bacan ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta dengan harga yang sangat tinggi.

Selain penduduk lokal, penambang batu bacan juga ada yang berasal dari daerah Manado, akan tetapi mereka tidak bertahan lama karena biaya hidup di lokasi penambangan sangat besar. Selain itu lokasi penambangan juga mengandung resiko, banyak jatuh korban yang meninggal dunia dalam pencarian batu bacan, hal ini karena tertimpa pohon, tertimpa batu dan ada juga yang sakit.

Masyarakat penggemar batu bacan di luar Maluku Utara yang mengenal batu bacan, mereka sangat heran mengapa harga batu bacan sangat mahal. Memang batu bacan mahal karena batu bacan sangat unik dan aneh. Kebanyakan orang berpikir batu bacan seperti batu permata pada umumnya yang pertama kali ditemui harus jernih dan bening.

Demikianlah artikel tentang Sejarah Batu Bacan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Senin, 15 Desember 2014

Tips Perawatan Batu Bacan Kristal

Dasar pemikiran tentang cara merawat bacan atau bagaimana treatment untuk meningkatkan kwalitas bacan sebenarnya sederhana saja, yakni dengan simulasi suhu atau merekayasa suhu yang didapat batu selama masa treatment.

Langkah dan cara merawat Batu bacan kristal:


  • Rendam batu akik bacan dalam air sebentar saja, angkat dan bersihkan dengan cairan sabun yang lembut. Gosok perlahan dengan jari anda. Untuk sisi-sisi yang sulit, bisa gunakan sikat gigi untuk menghilangkan noda atau kotoran yang menempel pada tepian batu bacan atau pada bagian bawah ikatannya.
  • Basuh secara merata hingga sabun luruh semua dari cincin batu akik. Rasakan permukaan batu bacan akik anda dengan jari, jika dirasa masih licin, maka lakukan basuh ulang dengan air. Jika sudah terasa kesat, itu tandanya cairan sabun sudah luruh semua.
  • Keringkan cincin menggunakan lap lembut kering atau menggunakan tisu.
  • Diamkan beberapa saat sebelum anda memakainya atau menyimpannya, untuk memastikan bahwa cincin batu bacan akik anda benar-benar telah kering.
  • Jika ingin dipakai, maka perhatikan hal-hal yang dapat merusak koleksi batu bacan anda seperti: benturan atau terjatuh yang dapat membuat goresan bahkan memecahkan batu kesayangan anda. Hindari terkena kotoran-kotoran yang sulit dibersihkan tatkala anda memakainya sambil beraktifitas atau bekerja.
  • Jika ingin disimpan, terlebih dulu taruh cincin batu bacan anda menggunakan tempat khusus perhiasan. Kemudian simpanlah dalam lemari atau tempat yang tidak lembab dengan sirkulasi udara yang baik.
  • Perhatikan permukaan batu bacan anda. Terkadang anda perlu untuk membuat kilaunya menjadi sempurna lagi. Bacan yang mulai kusam bisa anda poles lagi di tukang gosok batu akik atau anda dapat melakukannya sendiri dengan menggosok permukaan batu bacan anda pada permukaan kulit atau mengunakn kertas poles khusus akik (kertas kalkir yang mengandung serbuk intan).

Cara Memilih Batu Bacan Bermutu

Panduan memilih batu akik dan batu mulia (permata) umumnya dengan acuan 4C (Color, Clarity, Cut, Carat). Demikian pula dengan batu akik bacan, acuan 4C ini dapat menjadi dasar cara memilih bacan.
  1. Color atau Warna Bacan
    Untuk Color (warna) bacan, pilih warna yang sesuai dengan karakteristiknya. Bacan Doko dengan level warna hijau rendah (agak muda) sedangkan Bacan Palamea warnanya agak kebiruan.
  2. Clarity atau Tingkat Kejernihan Bacan
    Semakin jernih batu bacan akan semakin tinggi tingkat kekristalannya. Tanpa bantuan senter dan kaca pembesar, bacan kristal dapat terlihat tembus hingga bagian bawah batu. Meski kristal jernih, sebaiknya lihat juga dengan bantuan senter dan kaca pembesar, lihat kejernihan batu tersebut. Batu yang terlalu jernih justru mencurigakan. Batuan akik sekristal apapun, umumnya masih menyisakan sedikit inklusi atau pola alami batuan akik.
    Untuk yang tingkat kristalnya tidak sempurna, maka pilihlah yang kotoran atau inklusi hitamnya tinggal sedikit (hanya berupa titik saja).
  3. Cut atau bentuk potongan
    Oval atau round cabochon adalah bentuk potongan yang baik untuk bacan dimana pola bentukan cabochon dapat maksimal memperlihatkan keindahan batu bacan. Hindari membeli bacan kristal dengan bentuk potongan lain seperti bentuk segitiga, segi empat, oval tapi terlalu memajang, atau bentuk yang tidak beraturan, karena selain kurang indah juga akan mempersulit jika ingin menjualnya kembali atau jarang peminatnya.
  4. Carat atau Ukuran Berat Bacan
    Bacan kristal akan terasa sekali beratnya. Semakin berat maka semakin besar ukuran (dimensi) batu bacannya. Dan semakin besar dimensinya maka akan semakin mahal harganya.
Selain 4C untuk bacan di atas, faktor berikut dapat menjadi tambahan panduan dalam memilih bacan:
  • Dimensi Bacan
    Dimensi bacan yang bagus memiliki skala yang seimbang atau proporsional pada tinggi (T), lebar (L), dan panjang (P) batunya. Perbandingannya minimal mendekati skala T:L:P = 1:2:3 untuk bentuk oval cabochon. Jika memilih ukuran besar (jumbo) minimal batunya berukuran tinggi 8 mm, lebar 16mm, dan panjang 24mm. Untuk bentuk round cabochon, skala T:L:P = 1:2:2 atau ukuran batu minimal tinggi 8 mm, lebar 16mm, dan panjang 16mm.
    Jika menginginkan ukuran bacan size kantor, pilihlah yang tinggi batunya minimal 4mm, untuk skalanya sama seperti bacan ukuran besar (jumbo).
  • Cincin atau Ikatan Batu
    Untuk Cincin (ring) untuk ikatan batu bacan bisa saja terbuat dari alloy (alpaka), stainless seel, atau titanium. Namun untuk bacan sekelas kristal ini, ikatan terbuat dari perak, emas, emas putih akan semakin meningkatkan keindahan dan mutunya. Sedangkan untuk desainnya, sesuaikan dengan selera pemakai atau kalau perlu menggunakan desain kustom.
  • Gosokan Batu Bacan
    Hasil finishing gosokan bacan yang baik dapat terlihat pada sosok badan batu bacan. Gosokan yang bagus akan menghasilkan kilauan yang baik, berminyak dan batu bacan tampak seperti kaca (body glass).
Demikian beberapa panduan dalam memilih bacan kristal, semoga bermanfaat. Selamat berburu akik Bacan.

Awas...! Batu Bacan Palsu

Penggemar batu Bacan berkantong tebal tentu mudah mencari batu bacan berkualitas di toko-toko batu akik di tempat khusus penjualan batu akik seperti di Jakarta Gems Center atau JGC yang terlatak di Rawa Bening, Jatinegara atau di pusat kios batu akik lainnya seperti yang ada di Blok M Square, Grand Mall Cakung, dan masih banyak lainnya.

Sedangkan penggemar batu akik kelas menengah ke bawah, biasanya lebih suka memburu Batu Bacan yang belum diolah atau biasa di sebut batu akik bahan (gemstone rough). Nantinya bahan batu bacan ini bisa di-treatment dahulu sebelum diolah menjadi perhiasan batu akik. Harga bahan batu bacan sendiri sudah cukup mahal ketimbang bahan batu jenis akik lainnya, harganya berkisar 2,5 juta s/d 3 juta per 1 kg untuk kualitas terendah, sedangkan yang super bisa mencapai ratusan juta perkilonya.

Untuk yang masih awam, agar berhati-hati karena kini banyak juga beredar batu-batu mirip bacan dan batu imitasi (masakan) yang dijual dengan menyebutnya sebagai Bacan (bacan palsu). Agar terhindar dari penipuan modus ini sebaiknya baca juga  artikel tentang bagaimana membedakan bacan asli dengan bacan palsu.

Batu Bacan Doko Jadi Primadona di Dunia Perbatuan

Batu Bacan yang berasal dari Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara merupakan batu alami jenis Chrysocolla-in-Chalcedony. Batu Bacan yang berasal dari penggalian Doko disebut Bacan Doko, sedangkan yang berasal dari Palamea disebut Bacan Palamea. Dua jenis bacan inilah yang kerap dicari para pengkoleksi batu mulia & akik, selain itu masih ada jenis-jenis lainnya seperti Bacan Obi, Bacan Gulao, Majiko, dan Blue Electric.

 Batu Bacan ini menjadi Primadona Pecinta Batu Akik karena keindahan warnanya dan keunikan karakteristik batunya yang dianggap 'hidup'. Bacan Doko berwarna indah kehijauan dan yang Palamea berwarna hijau kebiruan. Batu Bacan yang disebut super memiliki tingkat kejernihan yang tinggi (kristal), semakin bening batunya akan semakin mahal harganya untuk batu dengan ukuran sama. Harganya bisa dari 1 juta hingga ratusan juta rupiah tergantung dari ukuran besar batu dan kualitasnya.

Penggemar batu Bacan berkantong tebal tentu mudah mencari batu bacan berkualitas di toko-toko batu akik di tempat khusus penjualan batu akik seperti di Jakarta Gems Center atau JGC yang terlatak di Rawa Bening, Jatinegara atau di pusat kios batu akik lainnya seperti yang ada di Blok M Square, Grand Mall Cakung, dan masih banyak lainnya.

Tips Perawatan Batu Bacan emi Kristal



Penggemar batu akik bacan pasti ingin batu bacannya yang belum sempurna beningnya dapat berproses menjadi kristal. Untuk yang semi kristal (belum plong beningnya) cara merawat bacannya sebenarnya sederhana saja, yakni dengan cara memakainya setiap hari. Cara merawat bacan ini adalah dengan memanfaatkan pemanasan yang konsisten melalui suhu tubuh si pemakainya.

 Cara ini dipercaya efektif untuk membuat bacan semi kristal anda menjadi lebih bening dari sebelumnya. Cara merawat bacan seperti ini dipandang paling aman karena tidak merusak batu, terutama pada warnanya. Ingat bahwa treatment bacan yang prosesnya dipercepat dapat menyebabkan warna alami bacan berubah. Pakar batu akik akan dapat membedakan mana bacan yang berproses secara alami dan yang diproses secara cepat.

Dari artikel Tentang Cara Merawat Bacan, bahwa inti dari treatment bacan salah satunya adalah dengan merekaya suhu dalam rentang waktu yang lama. Suhu yang lebih hangat dari temperatur ruangan maupun suhu yang temperaturnya berubah-ubah dalam waktu tertentu.
Pemilik bacan yang tak sabar dengan cara alami yang membutuhkan waktu lama, akan mencoba cara merawat bacan dengan proses yang lebih cepat.

Untuk bacan semi kristal, treatment yang dipakai diantaranya adalah dengan cara Perendaman dan Penjemuran:

  • Isikan dengan air tanah hingga hampir penuh ke dalam wadah transparan seperti toples kaca yang dapat ditutup rapat. Wadah kaca dimaksudkan agar proses dapat mudah dipantau dan tutup yang rapat akan mencegah penguapan air rendaman secara berlebihan.
  • Masukkan bacan yang akan diproses ke dalam toples hingga badan bacan terendam (tenggelam) seluruhnya dalam air.
  • Putar penutupnya sampai rapat agar air yang menguap tetap jatuh ke dalam wadah.
  • Taruh toples pada tempat yang langsung terkena sinar matahari (mis. atap genting) pada pagi hari.
  • Setelah 3 hari, perhatikan air dalam toples. Jika berkurang, tambah airnya karena badan bacan harus terendam semuanya dalam air. Ganti juga airnya jika kotor atau mulai berlumut.
  • Lama perendaman dan penjemuran ini tergantung kondisi batu bacannya. Ada yang satu hari penjemuran sudah tampak hasilnya dan ada juga yang telah berbulan-bulan tapi tidak berubah secara signifikan.
  • Jika perubahannya  dianggap sudah cukup, poles kembali bacan anda dengan kulit atau kertas serbuk intan.

Perihal Merawat Batu Bacan



Ada banyak diskusi dan baik di forum atau facebook group yang membahas bagaimana cara merawat bacan terutama yang belum kristal. Kita ketahui bahwa seperti batu akik lainnya, batu akik bacan secara natural terbentuk oleh alam. Sehingga apa yang dihasilkan dari penggalian batu bacan akan diperoleh bahan batu akik (rough gemstone) yang berbeda-beda kwalitasnya.

Kalau kita mengacu pada proses tempaan alam maka dapat dipastikan bahwa batu akik begitu juga batu bacan ini dibentuk dalam waktu yang tidak singkat bisa puluhan bahkan ratusan tahun.

Saat ini ketika satu bahan bacan atau satu akik bacan dimiliki oleh seseorang, kemudian disadari bahwa bacannya tersebut ternyata kwalitas atau grade-nya jauh dari yang disebut sebagai bacan super kristal (grade AAA +).  Maka ada keinginan si pemilik supaya batu bacan atau bahan bacan yang dimilikinya bisa lebih meningkat kwalitasnya. Kalau sudah begini biasanya si pemilik akan mencari tahu bagaimana cara merawat bacan agar dapat ditingkatkan mutunya. Bisa saja mencaritahunya dari media seperti internet atau tabloid, bisa juga bertanya ke sesama penggemar batu akik atau pedagang batu bacan.

Cara Memilih Batu Bacan Asli



Meningkatnya minat masyarakat penggemar batu akik menjadi lahan cari duit bagi para pedagang batu akik (gemstone seller) khususnya batu bacan Bacan baik jenis Bacan Doko maupun Bacan Palamea. Pedagang batu akik yang bermodal terbatas ikut memasarkan batu bacan ini dengan menjual batu akik jenis bacan kualitas rendah yang belum tembus sama sekali, atau batu bacan yang cacat karena sompel, retak(crack) dan penyakit batu akik lainnya, dimana pembeli setidaknya harus mengetahui cara merawat bacan agar kwalitasnya dapat ditingkatkan.

Namun begitu kerap didapati oknum-oknum pedangang 'nakal' yang memanfaatkan fenomena ini dengan menjual batu bacan palsu, baik batu akik alami yang berwarna kehijauan tapi bukan bacan atau batu masakan yang dibentuk serupa batu bacan. Animo masyarakat yang besar terhadap batu bacan ini dapat saja menjadi incaran oknum pedagang yang berniat menipu pembeli yang kurang paham akan seluk-beluk batu bacan ini.

Ada beberapa cara yang mudah membedakan antara bacan asli dengan yang palsu diantaranya:

  • Batu bacan asli (bukan bukan masakan) dapat menggores kaca saat digesekkan.
  • Sorot dengan lampu senter, kalau perlu dengan kaca pembesar,  perhatikan badan batu yang ditembus oleh sinar lampu senter, batu bacan asli akan terlihat memiliki warna dan serat yang khas yang berbeda dengan jenis batu akik lainnya yangb berwarna kehijauan.
  • Khusus untuk yang masakan, biasa disebut bacin (bacan cina), badan batu akan terlihat bening mulus tanpa serat atau guratan sama sekali.
Cara tersebut di atas memang belum menjamin keaslian batu bacan dan mungkin hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah terbiasa melihat perbedaan batu, sehingga untuk pemula yang awam akan sulit membedakannya. Untuk keaslian batu, pembeli dapat bersepakat dengan pedagang untuk mengecek keaslian batu pada laboratorium khusus batu mulia (istilahnya di-memo) untuk identifikasi batu mulia (Gem ID/Identification) dengan memeriksa jenis, kekerasan, kwalitas, dimensi, dan asal batu

8 Tanda Batu Bacan Kristal Alami

  1. Bacan padat kristal
    Bahan Bacan yang padat dan sudah kristal sebenarnya mudah dicirikan. Yang paling mudah adalah dari harga jualnya yang mahal dan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ciri dari karakter/tipe bahan bacan padat yang kristal umumnya terlihat dari badan bahan bacan yang warnanya tua baik hijau atau kebiruannya. Dan jika disorot lampu senter, sinar akan terlihat tembus hingga ke dalam batuan. Bahan terlihat padat dan beratnya terasa  ketika ditimbang oleh tangan. Jika sudah dipotong kecil-kecil maka akan tampak bahan padat tidak gompel pada sisi bahan yang telah dipotong.
  2. Bacan padat semi kristal
    Hampir sama dengan bahan bacan padat kristal, maka bahan bacan padat semi kristal dibedakan dengan sinar yang berhasil tembus ke badan bahan. Berbeda dengan bacan kristal, pada bacan semi kristal sorot lampu senter hanya dapat menembus bahan kurang dari 10 mm (1 cm)
     
  3. Bacan padat berkapur
    Untuk bacan padat berkapur, umumnya ditandai dengan adanya kapur (kotoran berwarna putih). Meski sudah dapat dibentuk, bahan atau batu akik bacan padat berkapur biasanya akan dilakukan cara merawat bacan terlebih dulu dengan benar agar kualitasnya dapat meningkat dengan mengentaskan kapur yang ada di dalamnya.
     
  4. Bacan padat hitam mengandung logam
    Bacan dikenal mengandung unsur logam tembaga (Cu) atau mineral kuprit (Cu2O). Bahan bacan yang padat kristal pun kadang masih mengandung bintik hitam logam yang mampu berproses hingga warna hitam akhirnya menghijau lewat oksidasi yang dipicu oleh rekayasa suhu. Bacan padat dengan kandungan hitam logam mudah dikenali dari bagian badan bahan bacan yang sebagian tampak berwarna hitam.
     
  5. Bacan muda berkapur
    Bacan muda berkapur akan tampak sangat berbeda dengan bahan yang padat. Pembeli harus berhati-hati memilihnya jika tak ingin kecewa karena umumnya penjual memamerkan bahan yang masih muda ini dalam keadaan basah atau terendam air sehingga sepintas akan tampak seperti padat. Pada kondisi kering, kapur akan memutih dan terlihat jelas menutupi badan bahan bacan. Jika menemukannya pada penjual dalam keadaan basah, maka usahakan menelitinya menggunakan kaca pembesar (loup) dan disorot dengan senter, akan terlihat urat-urat batu yang sebenarnya mengandung kapur ataupun akan terlihat warna-warna hijau yang berbeda-beda tingkatnya di beberapa bagian. Bacan berkapur sangat sulit untuk dirawat karena ketika kapurnya terangkat akan menimbulkan retak (alur/crack) yang membuat bacan menjadi rapuh.
     
  6. Bacan muda berongga
    Selain berkapur, bahan bacan muda tampak dipenuhi rongga. Kadang tanpa kaca pembesarpun rongga dapat terlihat jelas oleh mata. Jika ditimbang tangan batu terasa ringan. Kalau bahan sudah berbentuk potongan akan terlihat hingga sedalam apa rongganya sehingga anda dapat menilai sendiri apakah layak bahan seperti ini dibeli. Dalam kondisi basah rongga dapat terlihat, apalagi jika dalam keadaan kering. Dan bahan bacan muda berongga yang kering (susut air) akan memperlihatkan gelembung-gelembung udara saat bahan bacan ini dimasukkan (direndam) dalam air.
     
  7.  Bacan muda kropos berkapur
    Kondisi terparah adalah bahan bacan muda yang kropos dan berkapur. Karena umumnya bahan tak akan dapat dibentuk, jika dipaksakan bahan akan mudah sekali hancur saat dicoba dipotong atau digosok. Pada kondisi basah akan terlihat badan bahan bacan berwarna hijau dengan tingkat kehijauan berbeda-beda dan warna hijau lebih mudanya (sebenarnya urat batu berupa kapur yang akan memutih saat kering) seperti mengelilingi hijau yang lebih tua, atau terlihat polanya seperti bentukan jaring atau kawat nyamuk (ram). Pada saat kering terlihat jelas kapur putih mengelilingi bagian-bagian partikel kecil bahan bacan yang padat. Karakter bacan seperti ini sebaiknya dihindari karena sulit untuk membentuknya.
     
  8. Bacan muda hitam mengandung logam
    Meski tipe bahan bacan muda ini mengandung bagian logam yang hitam, tapi kondisinya masih bisa dilakukan treatment atau perawatan pada bagian hitamnya yang masih bisa berproses.

Tanda Tanda Batu Bacan yang Masih Muda

Permintaan pasar yang tinggi terhadap batu bacan ini adalah penyebab kenapa para penggali, pengumpul dan pedagang bacan tidak lagi menyortir hasil galian yang dilempar ke pasar. Selain itu, persediaan bahan galian batu bacan berkwalitas semakin menipis. Sehingga mau tak mau, para spekulan bahan bacan mencoba meraup keuntungan dengan menjual bahan bacan dan batu akik bacan dengan kwalitas rendah.

  1. Umumnya penjual akan memajang bahan bacannya dalam keadaan masih direndam. Ingat, penjual bahan bacan berkwalitas akan menampilkan bahannya dalam keadaan kering.
  2. Bila dilihat sepintas, hijau atau birunya tampak lebih muda warnanya namun redup.
  3. Jika ditimbang-timbang terasa lebih ringan dari perkiraan ukuran berat pada bahan batu akik pada ukuran yang sama, biasanya bahan bacan yang terasa ringan ini karena unsur batunya tidak padat alias berongga-rongga.
  4. Jika ditimbang-timbang terasa berat umumnya bahan bacan terlihat banyak bagian berwarna hitam pada intinya.
  5. Jangan tergiur oleh tembusnya sinar lampu senter ketika bahan disorot karena bahan bacan berkapur juga menampilkan sorot tembus. Bahan bacan kristal padat akan menampilkan sorot tembus yang berbeda (lebih menyala dengan warna lebih tua).
  6. Perhatikan badan batu dari cacat seperti retakan (crack), bolong atau berongga, kulit yang tebal dan kapur yang berwarna putih atau coklat lumpur kering.
  7. Kalau kebetulan bahannya tidak direndam (cukup kering), coba masukkan saja dalam wadah berisi air, bacan muda apalagi yang kropos berongga akan memperlihatkan gelembung-gelembung udara menandakan bahan berongga yang dalamnya terisi udara mulai digantikan oleh air.

Cara Merawat Batu Bacan Kapur Menggunakan Air ION



Peminat bahan bacan muda mengandung kapur ataupun logam umumnya telah mengetahui resiko yang akan didapat ketika akan membeli bahan tersebut. Selain karena harga yang lebih murah, mereka berspekulasi karena memiliki kiat cara merawat bacan seperti itu. Kiat-kiat itu biasanya jadi rahasia karena didapat berdasarkan coba-coba yang beresiko.

Sebelumnya kenali dulu ciri-ciri bacan muda atau bacan kapur. Sehingga bisa ditentukan treament bacan yang tepat. Berikut dirangkum cara merawat bacan kapur yang diperoleh dari para pedagang atau spekulan. Meski mereka sendiri tidak menjamin tingkat keberhasilan yang sama, tak ada salahnya anda mengetahui kiat-kiat treatment bacan, siapa tahu bisa berguna untuk anda.


  1. Yang paling mudah dengan minuman Pocari Sweat (Minuman mengandung ion)
  2. Sediakan bejana kaca (mis. toples, botol bermulut besar) yang memiliki penutup rapat, yang dapat menjadi wadah dan mampu uap air.
  3. Taruh bahan bacan yang telah dijemur tadi ke dalam becana kaca kemudian isikan pocari sweat atau minuman ion sampai benar-benar merendam bahan.
  4. Letakkan di tempat yang aman dan lakukan perendaman dengan cairan ion ini dari malam hingga pagi hari.
  5. Sediakan bejana logam (mis. wajan, panci masak mie), yang dapat menjadi wadah dan mampu menghantar panas dengan baik.
  6. Pindahkan dari toples bahan bacan dan taruh ke dalam wadah logam kemudian isikan dengan air tanah (mengandung mineral alami) hingga air merendam bahan bacan.
  7. Lakukan penjemuran langsung di bawah terik matahari dari pagi hingga malam.
  8. Ulangi prosesnya selama 14 hari.
  9. Perhatikan untuk mengganti air dan cairan ion jika terlihat warna cairan mulai berubah atau kotor.
  10. Perhatikan pula detil bahan bacan agar anda tahu apakah ada kemajuan dari proses treatment bacan ini.
  11. Proses penjemuran dan perendaman juga boleh dicoba mis. 3 hari perendaman dan 3 hari penjemuran.
Pada umumnya proses di atas mampu mengangkat kapur. Hal ini dapat terlihat pada permukaan bahan bacan yang memutih di bagian luar pada saat kering. Ada baiknya bagian yang memutih ini digosok atau disikat sampai bersih bahan bacannya sebelum dilakukan proses ulang cara merawat bacan dengan cairan ion.

Karakter Batu Bacan



Bagi pecinta batu akik, ketika ingin membeli atau mengkoleksi batu bacan baik yang sudah jadi cincin batu akik maupun masih berbentuk bahan / rough, mereka punya kriteria atau standar cara memilih bacan yang umumnya hampir sama dengan cara memilih batu akik lainnya untuk dikoleksi.

Namun mengingat bacan adalah sebuah fenomena yang akhirnya batu bacan menjadi primadona pecinta batu akik. Maka baik itu batu akik bacan maupun bahan bacan yang kwalitasnya bagus, kini menjadi semakin sulit didapat. Makanya kemudian banyak beredar bacan dengan kwalitas seadanya dimana pemiliknya masih harus melakukan cara merawat bacan bahan terlebih dulu sebelum digosok menjadi batu akik.

 Sangat disarankan supaya tidak terjadi kekecewaan, pilihlah hanya bahan atau batu akik bacan yang kualitasnya kristal, atau paling tidak pilihlah yang berasal dari bahan yang padat. Bahan Bacan padat sudah dapat dipastikan akan bisa segera dibentuk dan hasilnya jarang mengecewakan.

Tipe karakter bahan bacan ini bisa terbentuk secara natural yang ciri-cirinya ada pada Cara mengenal karakter tipe bahan bacan bentukan alam dan bisa juga terjadi karena ulah campur tangan manusia yang diulas pada Mengenal Ciri Bacan Akibat Kesalahan Manusia.

Demam Batu Cincin

Demam batu cincin hampir menjangkiti semua masyarakat di Indonesia, begitu juga dengan warga Provinsi Riau khususnya di Kecamatan Ujungbatu Rokan Hulu.
Hal tersebut bisa dilihat dari maraknya warga Ujungbatu yang mendadak menjadi pengrajin batu cincin.

Ada hal menarik dimana batu cincin jenis Jangek atau yang sekarang sudah disebut dengan nama Solar Rokan ternyata tidak bisa dianggap sepele, karena batu jangek tersebut sudah go nasional.
Pasalnya batu tersebut sudah resmi dibuat sertifikat dan sudah dipasarkan keberbagai daerah baik melalu media sosial / online, maupun yang dipasarkan langsung.
Sugeng salah satu pengrajin batu di Simpang Ngaso Ujungbatu mengatakan, Batu Jangek yang dia buat sudah terjual sampai ke Jogja, Bali dan Kalimantan.

"Ya pada awalnya batu ini kalah pamor dengan batu lumut Sei Dareh Sumbar, atau Solar Aceh, namun setelah kita resmi membuat sertifikat batu jangek dengan nama Solar Rokan di Jakarta sebulan yang lalu, batu tersebut sudah mulai dikenal dan digemari oleh pecinta batu akik diluar daerah," ungkap Sugeng.

Sementara itu, Antoni salah satu penggemar batu cincin kepada Media ini, Rabu (3/12) mengatakan, koleksi batu Solar Rokan yang dia jual mencapai harga yang fantastik.
"Pada awalnya sih batu jangek gak ada harganya mas, di Ujungbatu saja paling-paling Rp 50 ribu perbuah, namun sejak tiga bulan terkahir ini harganya cukup lumayan, punya saya saja sudah tembus ke angka Rp 2 juta per cincin," kata Antoni bangga.
Warga Ujungbatu sendiri bertekad akan mengangkat nama batu jangek tersebut biar sampai tenar keluar negeri, dan tahun depan akan di adakan Kontes Batu Jangek di Ujungbatu.

Cara Merawat Batu Bacan Obi agar Berwarna Merah

Gambar ini adalah gambar bahan (rough) batu obi yang saya dapat dari seorang teman. Bahan obi merah memang lebih mudah ditemukan ketimbang bahan batu bacan yang berkwalitas baik. Kali saya akan coba melakukan treatment agar batu tersebut dapat menjadi merah semua.

Karena batu sudah kristal, saya menerapkan tehnik rendaman dengan menggunakan air ber ph tinggi. Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan wadah berupa botol yang transparan masukan bahan batu obi 
  2. Tuangkan air ber ph tinggi, dalam hal ini saya menggunakan air oksigen yang ber ph 9 
  3. Tutup rapat botol dan simpan ditempat yang berhawa pengap selama 3 bulan lebih 

Ternyata batu obi merah juga bisa berubah warna, karena mendapatkan asupan mineral dari air oksigen, namun tidak secepat kilat berubahnya karena butuh kesabaran dalam treatment ini.

Cara Mensiasati Batu Cincin agar Tampak Bagus

Batu cincin adalah sebuah aksesoris bagi lelaki maupun perempuan yang dikenakan dijari, dengan sebuah batu mulia, akik, calcedony diatasnya. Bila anda seorang pecinta batu (gemslovers) pasti tahu bahwa memakai batu cincin bagus merupakan sebuah gaya hidup (lifestyle) yang mulia trend akhir-akhir ini, disebabkan batu bacan yang digemari banyak orang.

Untuk membuat batu cincin menjadi bagus, diperlukan  beberapa strategi/siasat agar batu cincin bisa menampilkan keindahan yang maksimal. Cobalah terapkan beberapa tips dibawah ini:
  1. Bentuk, dari pengamatan saya bentuk dari batu cincin sangat mempengaruhi keindahan serta keanggunan
  2. Size/ukuran, ini hal penting bila anda tidak suka batu cincin ukuran besar
  3. Iketan/cincin, pilihlah bahan cincin yang nyaman dipakai dan sesuai dengan warna batu agar terlihat serasi
  4. Perawatan, hal ini harus dilakukan agar batu cincin bisa selalu terlihat bagus

Semua cara diatas bisa membuat dan meningkatkan harga jual kembali menjadi tinggi, bila anda ingin menjual batu cincin dan ingin menjadi seorang pedagang batu yang sukses.

Minggu, 07 Desember 2014

Cara Meraewat Batu Bacan agar Warna Hitamnya Hilang

Tips menghilangkan bercak atau bintik  warna hitam pada batu jenis bacan doko bisa dilakukan dengan mudah dan cepat – Adanya warna hitam berupa bintik yang ada dalam betu menunjukkan batu tidak memiliki kristal sempurna tapi hal seperti ada kalanya bisa dihilangkan dengan cara treatment, perendaman atau pengolesan pada batu secara teratur. Hal itu dimaksudkan untuk mengangkat zat-zat yang masih ada dalam batu bacan.
Batu bacan doko merupakan jenis batu bacan yang saat ini banyak di incar kolektor dibanding dengan jenis bcan lainnya, dengan warna khasnya yang hijau membuat batu terlihat sangat indah dan tidak kalah dengan jenis batu giok china yang selama ini sudah kesohor dan dikenal dunia.


Namun dalam satu tahun terakhir ini batu mulia asal Indonesia seringkali menjadi incaran banyak kolektor mancanegara, seperti diataranya yang belakangan ini sering menjadi perbincangana adalah jenis batu akik idocrase asal Aceh dan Sumatera serta beberapa jenis batu mulia asal Indonesia lainnya termasuk bacan doko ini.
Batu asal Maluku Utara ini telah dikenal dunia sebagai batu permata berkualitas unggulan dan membuat batu ini sering menjadi incaran para gemslover, hanya saja untuk harga dibawah 1 jutaan masih belum bisa memperoleh batu yang terbilang sempurna dan umumnya masih ada banyak warna hitam didalamnya.
Untuk menghilangkan warna hitam dalam batu bacan doko bisa dilakukan dengan cara treatmen atau memproses ulang batu bacan agar mengkristal dengan baik:
  • Oles batu bacan dengan minyak bayi atau kayu putih
  • Kemudian jemur batu terik matahari sekitar pukul 10 s/d 11 siang
  • Saat menjemur bisa menggunakan wadah dari beling seperti piring atau mangkok
  • Setelah dianggap perhatikan perubahan warna yang terjadi
  • Jika belum ada perubahan signifikan setelah melakukan penjemuran bisa di oles ulang hingga bercak earna hitam menjadi samar
Hal yang perlu diperhatikan sebelum anda melakukan treatmen kenali dulu karakter batu karena untuk jenis batu yang sudah benar-benar mengkristal jangan lakukan penjemuran sebaiknya lakukan perawatan untuk lebih mengkilapkan batu bacan yang anda miliki dengan cara menggosoknya secara berulang menggunakan kain atau bahan kulit

Cara Merawat Batu Bacan Agar Semakin Matang

Bagi mereka yang sudah berpengalaman mentreatment batu permata seperti batu bacan yang masih muda agar cepat kristal bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti mengangkat zat kapur yang ada didalamnya dengan cara merendam batu. Hanya saja bagi yang belum berpengalaman bisa saja gagal bahkan bisa mengakibatkan kerusakan pada batu.
Lalu bagaimana cara merawat batu bacan yang sudah jadi kristal agar lebih mengkristal lebih sempurana? Berikut ini cara yang bisa dilakukan
  1. Selalu meluangkan waktu untuk membersihkan batu dengan air yang sudah dicampur dengan sabun. Gosok batu secara berlahan menggunakan kain lembut untuk menghindari terjadinya goresan terlbih jika lap kain yang digunakan kotor
  2. Hindari dari benturan keras dengan benda lain baik saat bekerja atau melakukan aktivitas lain. Hal itu untuk menjaga batu agar tidak tergores atau meninggalkan bekas goresan benda lain pada permukaan
  3. Jangan dibawa tidur. Sebaiknya jika hendak tidur lepaskan saja dan letakkan ditempat yang terbuka agar terkena angin
  4. Jika batu sedang tidak dipakai jangan menyimpan di tempat tertutup seperti dalam kotak, terutama untuk batu bacan yang masih dalam proses kristal. Hal itu diperlukan untuk membantu batu berproses secara alami alami lebih mengkristal
  5. Mengkilapkan batu dengan cara mengoles batu dengan minyak zaitun atau minyak angin dan baby oil agar batu bisa lebih berkilau. Namun yang paling mudah dan aman cukup dengan menggosk-gosokkan pada kain kering
Namun beberapa hal yang harus diperhatikan seblum melakukan banyak hal terutama dalam hal perawatan dan treatment terhadap batu bacan yang anda miliki sebaiknya pikirkan terlebih dahulu, Apa hal itu sudah benar dilakukan.
Sebaiknya jangan melakukan hal-hal aneh, terlebih jika batu sudah mengkristal karena jka terjadi kesalahan, bukannya batu menjadi labih bagus justru bisa berubah menjadi hangus atau rusak.

Cara Menguji Batu Bacan Asli dan Palsu

Tingginya permintaan batu permata atau akik berkualitas termasuk batu bacaan, sering memunculkan barang tiriun dipasaran. Batu sentitis banyak dijual dan dibuat biasanya sebagai alternatif bagi pembeli untuk memiliki batu yang serupa dengan aslinya. Hanya saja kebanyakan pembeli merasa kebingungan untuk membedakan batu bacan asli dan palsu. Terkadang banyak yang memanfaatkan batu palsu dengan menyebutnya sebagai batu asli, biasanya hal seperti itu terjadi pada mereka yang tidak paham berbedaan antara yang asli dan sintetis.
Bagi sebagian besar kolektor terutama yang sudah berpengalaman dan banyak mengenal berbagai macam jenis batu, membedakan batu asli dan palsu mungkin bukan hal sulit karena mereka bisa dengan mudah membedakan, baik warna atau ciri khas batu itu sendiri.\


Bahkan para kolektor yang sudah malang melintang selama puluhan tahun dalam dunia bisnis permata sekalipun, masih banyak yang terkecoh dengan batu sintetis. Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli dan berinvestasi di bidang batuan mulia, alangkah baiknya membekali diri dengan pengetahuan seputar dunia batu permata.
Terkait maraknya peredaran batu bacan palsu belakangan ini memang sudah disadari kalangan kolektor dan penghobi hanya saja untuk membedakan antara keduanya memang agak sulit. Berikut ini ciri-ciri batu bacan asli dan palsu :
  1. Cara pertama : Menggireskan batu bacan pada kaca atau cermin. Batu bacan dengan tingkat kekerasan 7 skala mohs mampu menggores kaca. Jika kaca itu tergores bisa dikatakan batu itu asli
  2. Kedua: Melihat batu bacan dengan kaca pembesar. Cara ini banyak dilakukan terhadap berbagai jenis batuan kristal. Batu bacan asli jika dilihat menggunakan kaca pembesar lalu disinari (senter) akan terlihat kotoran atau serat didalamnya atau ada semacam bercak walaupun hanya sedikit sedangkan yang palsu akan terlihat mulus tanpa noda
  3. Ketiga: Jika batu bacan dipanaskan menggunakan api akan keluar minyak, namun setelah dilap mengguanakan kain akan kembali seperti semula mengkilap. Sedangkan yang sintetis atau palsu tetap meninggalkan bekas warna agak kusam.
Namun, meskipun sudah menunjukkan ciri-ciri seperti yang telah disebutkan diatas, tetap bukan jaminan bahwa batu bacan itu benar-benar asli. Untuk memastikan keasliannya bisa menggunakan alat pengetes Diamond Selector yang berfungsi mengetahui tingkat kekerasan batu atau bisa melakukan uji laboratorium