Senin, 15 Desember 2014

Tips Perawatan Batu Bacan Kristal

Dasar pemikiran tentang cara merawat bacan atau bagaimana treatment untuk meningkatkan kwalitas bacan sebenarnya sederhana saja, yakni dengan simulasi suhu atau merekayasa suhu yang didapat batu selama masa treatment.

Langkah dan cara merawat Batu bacan kristal:


  • Rendam batu akik bacan dalam air sebentar saja, angkat dan bersihkan dengan cairan sabun yang lembut. Gosok perlahan dengan jari anda. Untuk sisi-sisi yang sulit, bisa gunakan sikat gigi untuk menghilangkan noda atau kotoran yang menempel pada tepian batu bacan atau pada bagian bawah ikatannya.
  • Basuh secara merata hingga sabun luruh semua dari cincin batu akik. Rasakan permukaan batu bacan akik anda dengan jari, jika dirasa masih licin, maka lakukan basuh ulang dengan air. Jika sudah terasa kesat, itu tandanya cairan sabun sudah luruh semua.
  • Keringkan cincin menggunakan lap lembut kering atau menggunakan tisu.
  • Diamkan beberapa saat sebelum anda memakainya atau menyimpannya, untuk memastikan bahwa cincin batu bacan akik anda benar-benar telah kering.
  • Jika ingin dipakai, maka perhatikan hal-hal yang dapat merusak koleksi batu bacan anda seperti: benturan atau terjatuh yang dapat membuat goresan bahkan memecahkan batu kesayangan anda. Hindari terkena kotoran-kotoran yang sulit dibersihkan tatkala anda memakainya sambil beraktifitas atau bekerja.
  • Jika ingin disimpan, terlebih dulu taruh cincin batu bacan anda menggunakan tempat khusus perhiasan. Kemudian simpanlah dalam lemari atau tempat yang tidak lembab dengan sirkulasi udara yang baik.
  • Perhatikan permukaan batu bacan anda. Terkadang anda perlu untuk membuat kilaunya menjadi sempurna lagi. Bacan yang mulai kusam bisa anda poles lagi di tukang gosok batu akik atau anda dapat melakukannya sendiri dengan menggosok permukaan batu bacan anda pada permukaan kulit atau mengunakn kertas poles khusus akik (kertas kalkir yang mengandung serbuk intan).

Cara Memilih Batu Bacan Bermutu

Panduan memilih batu akik dan batu mulia (permata) umumnya dengan acuan 4C (Color, Clarity, Cut, Carat). Demikian pula dengan batu akik bacan, acuan 4C ini dapat menjadi dasar cara memilih bacan.
  1. Color atau Warna Bacan
    Untuk Color (warna) bacan, pilih warna yang sesuai dengan karakteristiknya. Bacan Doko dengan level warna hijau rendah (agak muda) sedangkan Bacan Palamea warnanya agak kebiruan.
  2. Clarity atau Tingkat Kejernihan Bacan
    Semakin jernih batu bacan akan semakin tinggi tingkat kekristalannya. Tanpa bantuan senter dan kaca pembesar, bacan kristal dapat terlihat tembus hingga bagian bawah batu. Meski kristal jernih, sebaiknya lihat juga dengan bantuan senter dan kaca pembesar, lihat kejernihan batu tersebut. Batu yang terlalu jernih justru mencurigakan. Batuan akik sekristal apapun, umumnya masih menyisakan sedikit inklusi atau pola alami batuan akik.
    Untuk yang tingkat kristalnya tidak sempurna, maka pilihlah yang kotoran atau inklusi hitamnya tinggal sedikit (hanya berupa titik saja).
  3. Cut atau bentuk potongan
    Oval atau round cabochon adalah bentuk potongan yang baik untuk bacan dimana pola bentukan cabochon dapat maksimal memperlihatkan keindahan batu bacan. Hindari membeli bacan kristal dengan bentuk potongan lain seperti bentuk segitiga, segi empat, oval tapi terlalu memajang, atau bentuk yang tidak beraturan, karena selain kurang indah juga akan mempersulit jika ingin menjualnya kembali atau jarang peminatnya.
  4. Carat atau Ukuran Berat Bacan
    Bacan kristal akan terasa sekali beratnya. Semakin berat maka semakin besar ukuran (dimensi) batu bacannya. Dan semakin besar dimensinya maka akan semakin mahal harganya.
Selain 4C untuk bacan di atas, faktor berikut dapat menjadi tambahan panduan dalam memilih bacan:
  • Dimensi Bacan
    Dimensi bacan yang bagus memiliki skala yang seimbang atau proporsional pada tinggi (T), lebar (L), dan panjang (P) batunya. Perbandingannya minimal mendekati skala T:L:P = 1:2:3 untuk bentuk oval cabochon. Jika memilih ukuran besar (jumbo) minimal batunya berukuran tinggi 8 mm, lebar 16mm, dan panjang 24mm. Untuk bentuk round cabochon, skala T:L:P = 1:2:2 atau ukuran batu minimal tinggi 8 mm, lebar 16mm, dan panjang 16mm.
    Jika menginginkan ukuran bacan size kantor, pilihlah yang tinggi batunya minimal 4mm, untuk skalanya sama seperti bacan ukuran besar (jumbo).
  • Cincin atau Ikatan Batu
    Untuk Cincin (ring) untuk ikatan batu bacan bisa saja terbuat dari alloy (alpaka), stainless seel, atau titanium. Namun untuk bacan sekelas kristal ini, ikatan terbuat dari perak, emas, emas putih akan semakin meningkatkan keindahan dan mutunya. Sedangkan untuk desainnya, sesuaikan dengan selera pemakai atau kalau perlu menggunakan desain kustom.
  • Gosokan Batu Bacan
    Hasil finishing gosokan bacan yang baik dapat terlihat pada sosok badan batu bacan. Gosokan yang bagus akan menghasilkan kilauan yang baik, berminyak dan batu bacan tampak seperti kaca (body glass).
Demikian beberapa panduan dalam memilih bacan kristal, semoga bermanfaat. Selamat berburu akik Bacan.

Awas...! Batu Bacan Palsu

Penggemar batu Bacan berkantong tebal tentu mudah mencari batu bacan berkualitas di toko-toko batu akik di tempat khusus penjualan batu akik seperti di Jakarta Gems Center atau JGC yang terlatak di Rawa Bening, Jatinegara atau di pusat kios batu akik lainnya seperti yang ada di Blok M Square, Grand Mall Cakung, dan masih banyak lainnya.

Sedangkan penggemar batu akik kelas menengah ke bawah, biasanya lebih suka memburu Batu Bacan yang belum diolah atau biasa di sebut batu akik bahan (gemstone rough). Nantinya bahan batu bacan ini bisa di-treatment dahulu sebelum diolah menjadi perhiasan batu akik. Harga bahan batu bacan sendiri sudah cukup mahal ketimbang bahan batu jenis akik lainnya, harganya berkisar 2,5 juta s/d 3 juta per 1 kg untuk kualitas terendah, sedangkan yang super bisa mencapai ratusan juta perkilonya.

Untuk yang masih awam, agar berhati-hati karena kini banyak juga beredar batu-batu mirip bacan dan batu imitasi (masakan) yang dijual dengan menyebutnya sebagai Bacan (bacan palsu). Agar terhindar dari penipuan modus ini sebaiknya baca juga  artikel tentang bagaimana membedakan bacan asli dengan bacan palsu.

Batu Bacan Doko Jadi Primadona di Dunia Perbatuan

Batu Bacan yang berasal dari Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan, Maluku Utara merupakan batu alami jenis Chrysocolla-in-Chalcedony. Batu Bacan yang berasal dari penggalian Doko disebut Bacan Doko, sedangkan yang berasal dari Palamea disebut Bacan Palamea. Dua jenis bacan inilah yang kerap dicari para pengkoleksi batu mulia & akik, selain itu masih ada jenis-jenis lainnya seperti Bacan Obi, Bacan Gulao, Majiko, dan Blue Electric.

 Batu Bacan ini menjadi Primadona Pecinta Batu Akik karena keindahan warnanya dan keunikan karakteristik batunya yang dianggap 'hidup'. Bacan Doko berwarna indah kehijauan dan yang Palamea berwarna hijau kebiruan. Batu Bacan yang disebut super memiliki tingkat kejernihan yang tinggi (kristal), semakin bening batunya akan semakin mahal harganya untuk batu dengan ukuran sama. Harganya bisa dari 1 juta hingga ratusan juta rupiah tergantung dari ukuran besar batu dan kualitasnya.

Penggemar batu Bacan berkantong tebal tentu mudah mencari batu bacan berkualitas di toko-toko batu akik di tempat khusus penjualan batu akik seperti di Jakarta Gems Center atau JGC yang terlatak di Rawa Bening, Jatinegara atau di pusat kios batu akik lainnya seperti yang ada di Blok M Square, Grand Mall Cakung, dan masih banyak lainnya.

Tips Perawatan Batu Bacan emi Kristal



Penggemar batu akik bacan pasti ingin batu bacannya yang belum sempurna beningnya dapat berproses menjadi kristal. Untuk yang semi kristal (belum plong beningnya) cara merawat bacannya sebenarnya sederhana saja, yakni dengan cara memakainya setiap hari. Cara merawat bacan ini adalah dengan memanfaatkan pemanasan yang konsisten melalui suhu tubuh si pemakainya.

 Cara ini dipercaya efektif untuk membuat bacan semi kristal anda menjadi lebih bening dari sebelumnya. Cara merawat bacan seperti ini dipandang paling aman karena tidak merusak batu, terutama pada warnanya. Ingat bahwa treatment bacan yang prosesnya dipercepat dapat menyebabkan warna alami bacan berubah. Pakar batu akik akan dapat membedakan mana bacan yang berproses secara alami dan yang diproses secara cepat.

Dari artikel Tentang Cara Merawat Bacan, bahwa inti dari treatment bacan salah satunya adalah dengan merekaya suhu dalam rentang waktu yang lama. Suhu yang lebih hangat dari temperatur ruangan maupun suhu yang temperaturnya berubah-ubah dalam waktu tertentu.
Pemilik bacan yang tak sabar dengan cara alami yang membutuhkan waktu lama, akan mencoba cara merawat bacan dengan proses yang lebih cepat.

Untuk bacan semi kristal, treatment yang dipakai diantaranya adalah dengan cara Perendaman dan Penjemuran:

  • Isikan dengan air tanah hingga hampir penuh ke dalam wadah transparan seperti toples kaca yang dapat ditutup rapat. Wadah kaca dimaksudkan agar proses dapat mudah dipantau dan tutup yang rapat akan mencegah penguapan air rendaman secara berlebihan.
  • Masukkan bacan yang akan diproses ke dalam toples hingga badan bacan terendam (tenggelam) seluruhnya dalam air.
  • Putar penutupnya sampai rapat agar air yang menguap tetap jatuh ke dalam wadah.
  • Taruh toples pada tempat yang langsung terkena sinar matahari (mis. atap genting) pada pagi hari.
  • Setelah 3 hari, perhatikan air dalam toples. Jika berkurang, tambah airnya karena badan bacan harus terendam semuanya dalam air. Ganti juga airnya jika kotor atau mulai berlumut.
  • Lama perendaman dan penjemuran ini tergantung kondisi batu bacannya. Ada yang satu hari penjemuran sudah tampak hasilnya dan ada juga yang telah berbulan-bulan tapi tidak berubah secara signifikan.
  • Jika perubahannya  dianggap sudah cukup, poles kembali bacan anda dengan kulit atau kertas serbuk intan.

Perihal Merawat Batu Bacan



Ada banyak diskusi dan baik di forum atau facebook group yang membahas bagaimana cara merawat bacan terutama yang belum kristal. Kita ketahui bahwa seperti batu akik lainnya, batu akik bacan secara natural terbentuk oleh alam. Sehingga apa yang dihasilkan dari penggalian batu bacan akan diperoleh bahan batu akik (rough gemstone) yang berbeda-beda kwalitasnya.

Kalau kita mengacu pada proses tempaan alam maka dapat dipastikan bahwa batu akik begitu juga batu bacan ini dibentuk dalam waktu yang tidak singkat bisa puluhan bahkan ratusan tahun.

Saat ini ketika satu bahan bacan atau satu akik bacan dimiliki oleh seseorang, kemudian disadari bahwa bacannya tersebut ternyata kwalitas atau grade-nya jauh dari yang disebut sebagai bacan super kristal (grade AAA +).  Maka ada keinginan si pemilik supaya batu bacan atau bahan bacan yang dimilikinya bisa lebih meningkat kwalitasnya. Kalau sudah begini biasanya si pemilik akan mencari tahu bagaimana cara merawat bacan agar dapat ditingkatkan mutunya. Bisa saja mencaritahunya dari media seperti internet atau tabloid, bisa juga bertanya ke sesama penggemar batu akik atau pedagang batu bacan.

Cara Memilih Batu Bacan Asli



Meningkatnya minat masyarakat penggemar batu akik menjadi lahan cari duit bagi para pedagang batu akik (gemstone seller) khususnya batu bacan Bacan baik jenis Bacan Doko maupun Bacan Palamea. Pedagang batu akik yang bermodal terbatas ikut memasarkan batu bacan ini dengan menjual batu akik jenis bacan kualitas rendah yang belum tembus sama sekali, atau batu bacan yang cacat karena sompel, retak(crack) dan penyakit batu akik lainnya, dimana pembeli setidaknya harus mengetahui cara merawat bacan agar kwalitasnya dapat ditingkatkan.

Namun begitu kerap didapati oknum-oknum pedangang 'nakal' yang memanfaatkan fenomena ini dengan menjual batu bacan palsu, baik batu akik alami yang berwarna kehijauan tapi bukan bacan atau batu masakan yang dibentuk serupa batu bacan. Animo masyarakat yang besar terhadap batu bacan ini dapat saja menjadi incaran oknum pedagang yang berniat menipu pembeli yang kurang paham akan seluk-beluk batu bacan ini.

Ada beberapa cara yang mudah membedakan antara bacan asli dengan yang palsu diantaranya:

  • Batu bacan asli (bukan bukan masakan) dapat menggores kaca saat digesekkan.
  • Sorot dengan lampu senter, kalau perlu dengan kaca pembesar,  perhatikan badan batu yang ditembus oleh sinar lampu senter, batu bacan asli akan terlihat memiliki warna dan serat yang khas yang berbeda dengan jenis batu akik lainnya yangb berwarna kehijauan.
  • Khusus untuk yang masakan, biasa disebut bacin (bacan cina), badan batu akan terlihat bening mulus tanpa serat atau guratan sama sekali.
Cara tersebut di atas memang belum menjamin keaslian batu bacan dan mungkin hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah terbiasa melihat perbedaan batu, sehingga untuk pemula yang awam akan sulit membedakannya. Untuk keaslian batu, pembeli dapat bersepakat dengan pedagang untuk mengecek keaslian batu pada laboratorium khusus batu mulia (istilahnya di-memo) untuk identifikasi batu mulia (Gem ID/Identification) dengan memeriksa jenis, kekerasan, kwalitas, dimensi, dan asal batu