Cara Memilih Bahan Batu Bacan Doko- Batu asal Maluku Utara ini telah dikenal dunia sebagai batu permata berkualitas unggulan dan membuat batu ini sering menjadi incaran para gemslover, hanya saja untuk harga dibawah 1 jutaan masih belum bisa memperoleh batu yang terbilang sempurna dan umumnya masih ada banyak warna hitam didalamnya.
Memilih bahan batu bacan terutama bacan doko yang baik harus dilakukan dengan hati-hati. Apalagi dengan semakin meningkatnya permintaan batu bacan doko akhir-akhir ini, semakin banyak bahan batu bacan doko muda yang menggelontor pasaran batu mulia.
Tidak ada yang bisa disalahkan. Ditengah permintaan yang meningkat drastic, sementara pasokan bahan batu bacan doko berkualitas yang terbatas, membuat orang “memaksakan” bahan batu bacan muda dijual ke pasaran. Sayangnya lagi, tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, banyak penggemar batu mulia yang “tertipu” dengan bahan batu bacan palamea muda yang tidak berkualitas.
Berikut ini adalah beberapa cara untuk memilih bahan batu bacan doko yang baik, yaitu :
1. Usahakan memilih bahan dalam keadaan kering. Dalam keadaan kering, maka kondisi batu aslinya lebih mudah terlihat. Penjual bahan batu bacan doko berkualitas, tidak akan takut menggelar dagangannya dalam keadaan kering
2. Perhatikan warnanya. Pilih bahan batu bacan doko yang berwarna cerah dan tidak kusam. Bacan doko umumnya berwarna hijau sampai Hijau tua. Jangan memilih bahan batu bacan pdoko yang cenderung “putih”. Karena ini menunjukkan bahan batu masih muda
3. Pilih batu yang lebih berat diantara yang ada. Bahan Batu bacan doko yang sudah tua / mengkristal, lebih berat dibanding yang muda
4. Gunakan senter yang terang. Senter bahan batu bacan doko secara menyeluruh. Perhatikan seberapa besar iklusi / kotoran yang ada dalam batu. Hindari bahan batu bacan doko yang memiliki bakat cacat bawaan. Gunakan Kaca pembesar / loop jika diperlukan
5. Usahakan membeli bahan batu bacan doko di penjual yang memiliki reputasi baik. Minta referensi kawan baik offline maupun online
6. Jika masih juga bingung, ajak teman yang lebih paham tentang dunia batu bacan doko
7. Jika bahan batu yang ingin anda beli, memiliki harga yang lumayan mahal, bisa mencobanya membawa ke lab batu. Saat ini lab batu semakin mudah ditemukan, dan biayanya juga semakin terjangkau
Hal yang tak kalah penting dalam memilih bahan batu bacan doko adalah kesabaran dan ketenangan anda. Kesabaran membuat anda lebih berhati-hati. Sedangkan ketenangan, akan membuat anda tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu penjualnya.
Demikian sajian kami kali ini. Semoga tulisan singkat mengenai Cara Memilih Bahan Batu Bacan Doko dapat membantu anda.
Selasa, 24 Maret 2015
Mengenal Ciri-Ciri Batu Black Jade
Mengenal Ciri-Ciri Batu Black Jade- Batu giok hitam (Black Jade) merupakan salah satu varian batu giok. Selain hitam dan hijau, ada juga warna putih dan kuning. Meskipun tidak sepopuler giok dengan warna hijau, namun giok hitam ini banyak juga peminatnya. Tidak hanya dalam bentuk perhiasan saja. Giok hitam juga banyak dibuat dalam berbagai bentuk lainnya. Anda tinggal pilih berdasarkan selera dan kocek anda. Tadinya mungkin orang hanya mengetahui bahwa giok berasal dari China. Faktanya giok banyak diperoleh dari Burma, Tibet dan Tiongkok. Indonesia? Tentu saja, kini giok asal Aceh sedang menjadi pembicaraan.
Tingkat kekerasan batu giok yang mencapai 6.5 skala Mohs membuat batu giok sesuai untuk dijadikan perhiasan. Meskipun giok identik dengan warna hijau, namun batu giok hitam juga sangat indah untuk dijadikan koleksi atau dipakai sehari-hari.
Jika anda tertarik untuk membeli giok hitam, kenali dulu ciri-ciri batu Black Jade dengan cara menyimak tulisan kami berikut ini:
1. Warna giok tidak berubah baik di dalam ruangan atau pun di bawah terik matahari.
2. Jika diterawang, warna hitamnya padat.
3. Kilaunya tahan.
4. Sebagai perbandingan, giok palsu akan hilang kilaunya hanya dalam 2 tahun.
5. Tahan gores.
6. Mampu menggores permukaan kaca.
7. Tembus cahaya bila disenter.
8. Harga lebih mahal dibanding giok palsu atau sintetis
Membedakan batu giok asli dan palsu memang sulit untuk orang awam. Namun, semoga ciri-ciri di atas dapat menjauhkan anda dari pedagang nakal yang tidak bertanggungjawab. Selain itu ada beberapa anggapan yang salah yang beredar luas di masyarakat mengenai batu giok. Jadi anda harus berhati-hati.
Demikian ulasan tentang Mengenal Ciri-Ciri Batu Black Jade. Semoga sajian kami ini bermanfaat bagi anda semua.
Tingkat kekerasan batu giok yang mencapai 6.5 skala Mohs membuat batu giok sesuai untuk dijadikan perhiasan. Meskipun giok identik dengan warna hijau, namun batu giok hitam juga sangat indah untuk dijadikan koleksi atau dipakai sehari-hari.
Jika anda tertarik untuk membeli giok hitam, kenali dulu ciri-ciri batu Black Jade dengan cara menyimak tulisan kami berikut ini:
1. Warna giok tidak berubah baik di dalam ruangan atau pun di bawah terik matahari.
2. Jika diterawang, warna hitamnya padat.
3. Kilaunya tahan.
4. Sebagai perbandingan, giok palsu akan hilang kilaunya hanya dalam 2 tahun.
5. Tahan gores.
6. Mampu menggores permukaan kaca.
7. Tembus cahaya bila disenter.
8. Harga lebih mahal dibanding giok palsu atau sintetis
Membedakan batu giok asli dan palsu memang sulit untuk orang awam. Namun, semoga ciri-ciri di atas dapat menjauhkan anda dari pedagang nakal yang tidak bertanggungjawab. Selain itu ada beberapa anggapan yang salah yang beredar luas di masyarakat mengenai batu giok. Jadi anda harus berhati-hati.
Demikian ulasan tentang Mengenal Ciri-Ciri Batu Black Jade. Semoga sajian kami ini bermanfaat bagi anda semua.
Sejarah Batu Bacan
Sejarah Batu Bacan- Batu bacan sudah dikenal sejak tahun 1960an. Sejarah Batu bacan yang terdapat di Pulau Kasiruta bukan di pulau Bacan, namun karena pusat pemerintahan berada di Labuha, pulau Bacan maka batu tersebut diberi nama batu bacan. Pada waktu itu, jenis batu bacan yang sangat digemari masyarakat adalah jenis batu bacan yang berwarna hati hiu, Batu bacan kembang super dan batu bacan yang berwarna biru.
Kenapa dikatakan batu bacan warna kembang super, karena terdiri atas 3-4 warna yang terdapat dalam batu bacan tersbut. Orang yang menggosok batu bacan pertamakali bernama Muhammad tinggal di desa Amasing, Pulau Bacan. Dulu, batu bacan sama sekali tidak bernilai seperti sekarang karena dulu tidak ada pembeli lokal dan pembeli dari luar daerah. Ketika itu, tidak ada satupun masyarakat yang bekerja sebagai penambang batu bacan.
Latar belakang pekerjaan masyarakat di pulau Kasiruta adalah petani yang pergi ke kebun untuk mencari damar. Kadang mereka menemukan batu bacan di sungai. Jika ada petani yang menemukan batu bacan biasanya akan menukar batu bacan dengan barang-barang sembako. Pada tahun 1990an bongkahan batu bacan super kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura, yang nilainya setelah ditukar Rupiah pada masa itu sebesar 7 juta.
Pemilik batu bacan itu bernama Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Pada saat ini desa Palamea sudah menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat. Warga Singapura yang membeli batu bacan dengan harga yang cukup tinggi itu membuat batu bacan mulai dikenal di kalangan penggemar batu di luar negeri.
Pasca kerusuhan, sekitar tahun 2005 batu bacan mulai banyak diminati. Peminat batu bacan dari manca negara yang datang ke pulau Bacan adalah kalangan dari Suku Tionghoa. Suku Tionghoa membeli batu bacan dengan jenis yang berbeda. Batu bacan yang paling diminati ialah batu bacan hijau dan batu bacan biru. Batu bacan warna merah juga mereka cari tetapi sangat sulit didapatkan batu bacan yang berwarna merah. Mulai tahun 2009 sampai sekarang, pembeli dari suku Tionghoa datang langsung membeli bongkahan batu bacan ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta dengan harga yang sangat tinggi.
Selain penduduk lokal, penambang batu bacan juga ada yang berasal dari daerah Manado, akan tetapi mereka tidak bertahan lama karena biaya hidup di lokasi penambangan sangat besar. Selain itu lokasi penambangan juga mengandung resiko, banyak jatuh korban yang meninggal dunia dalam pencarian batu bacan, hal ini karena tertimpa pohon, tertimpa batu dan ada juga yang sakit.
Masyarakat penggemar batu bacan di luar Maluku Utara yang mengenal batu bacan, mereka sangat heran mengapa harga batu bacan sangat mahal. Memang batu bacan mahal karena batu bacan sangat unik dan aneh. Kebanyakan orang berpikir batu bacan seperti batu permata pada umumnya yang pertama kali ditemui harus jernih dan bening.
Demikianlah artikel tentang Sejarah Batu Bacan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.
Kenapa dikatakan batu bacan warna kembang super, karena terdiri atas 3-4 warna yang terdapat dalam batu bacan tersbut. Orang yang menggosok batu bacan pertamakali bernama Muhammad tinggal di desa Amasing, Pulau Bacan. Dulu, batu bacan sama sekali tidak bernilai seperti sekarang karena dulu tidak ada pembeli lokal dan pembeli dari luar daerah. Ketika itu, tidak ada satupun masyarakat yang bekerja sebagai penambang batu bacan.
Latar belakang pekerjaan masyarakat di pulau Kasiruta adalah petani yang pergi ke kebun untuk mencari damar. Kadang mereka menemukan batu bacan di sungai. Jika ada petani yang menemukan batu bacan biasanya akan menukar batu bacan dengan barang-barang sembako. Pada tahun 1990an bongkahan batu bacan super kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura, yang nilainya setelah ditukar Rupiah pada masa itu sebesar 7 juta.
Pemilik batu bacan itu bernama Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Pada saat ini desa Palamea sudah menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat. Warga Singapura yang membeli batu bacan dengan harga yang cukup tinggi itu membuat batu bacan mulai dikenal di kalangan penggemar batu di luar negeri.
Pasca kerusuhan, sekitar tahun 2005 batu bacan mulai banyak diminati. Peminat batu bacan dari manca negara yang datang ke pulau Bacan adalah kalangan dari Suku Tionghoa. Suku Tionghoa membeli batu bacan dengan jenis yang berbeda. Batu bacan yang paling diminati ialah batu bacan hijau dan batu bacan biru. Batu bacan warna merah juga mereka cari tetapi sangat sulit didapatkan batu bacan yang berwarna merah. Mulai tahun 2009 sampai sekarang, pembeli dari suku Tionghoa datang langsung membeli bongkahan batu bacan ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta dengan harga yang sangat tinggi.
Selain penduduk lokal, penambang batu bacan juga ada yang berasal dari daerah Manado, akan tetapi mereka tidak bertahan lama karena biaya hidup di lokasi penambangan sangat besar. Selain itu lokasi penambangan juga mengandung resiko, banyak jatuh korban yang meninggal dunia dalam pencarian batu bacan, hal ini karena tertimpa pohon, tertimpa batu dan ada juga yang sakit.
Masyarakat penggemar batu bacan di luar Maluku Utara yang mengenal batu bacan, mereka sangat heran mengapa harga batu bacan sangat mahal. Memang batu bacan mahal karena batu bacan sangat unik dan aneh. Kebanyakan orang berpikir batu bacan seperti batu permata pada umumnya yang pertama kali ditemui harus jernih dan bening.
Demikianlah artikel tentang Sejarah Batu Bacan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.
Mengenal Batu Kalimaya Surantih
Mengenal Batu Kalimaya Surantih- Salah satu batu mulia yang memiliki harga mahal dan sudah mendunia adalah batu kalimaya banten. Dari namanya saja mungkin Anda sudah bisa menebak asal muasal dari batu ini yakni daerah provinsi Banten. Terpatnya di daerah Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Tahukah anda? Ternyata selain selain di Banten batu kalimaya terbaik di Indonesia adalah yang dihasilkan Gunung Rajo, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.
Gunung Rajo berjara sekitar 37 Km dari Kota Painan dan sekitar 2,5 Km dari Pasar Surantiah. Dari arah Padang, setelah melewati Pasar Surantiah 2,5 Km Anda berbelok ke kanan, itulah Kampung Sungai Sirah dan terletak persis di pinggir pantai. Gunung Rajo sendiri dianggap tempat bersejarah dan keramat oleh masyarakat setempat. Dari “gunung” kecil inilah dihasilkan batu berharga yang banyak diburu orang.
Hampir setiap hari pemburu batu datang ke Gunung Rajo untuk mendapatkan batu kalimaya. Mereka datang dari berbagai daerah, misalnya Padang, Pasaman, Solok dan bahkan dari Darmasraya hanya untuk sekedar mendapatkan batu yang menyedot perhatian penikmat batu berharga.
Tidak tanggung tanggung, pengunjung Gunung Rajo datang membawa peralatan lengkap, misalnya linggis, palu, pacul dan perkakas lainnya. Tidak jarang pula pengunjung sengaja bermalam dilokasi untuk mendapatkan kalimaya. Untuk mendapatkan batu kalimaya seseorang harus menajat tebing dan mengais kulit atau permukaan tanah dengan peralatan yang telah disediakan. Namun tidak jarang, batu itu berada dalam bongkahan batu besar, dan untuk mengeluarkannya batu tersebut harus dipahat.
Gunung Rajo diketahui memiliki kandungan batu kalimaya sudah sejak lama, namun akibat sulit untuk mengeksploitasinya karena harus memecah batu karang. Dulu tidak banyak batu yang diperoleh warga. Namun setelah kawasan itu dimanfaatkan salah satu perusahaan untuk memenuhi material proyek, maka batu batu berharga itu mulai diketahui publik setelah batu batu besar di pecah. Dan Gunung Rajo menjadi buncah setelah itu.
Namun kini, bila ingin mendapatkan kalimaya tanpa harus mendaki karang dan bongkahan bebatuan yang pecah setelah digarap perusahaan, maka anda dapat memperolehnya melalui masyarakat setempat. Warga setempat rata rata menyimpan batu kalimaya.
Batu kalimaya asal Gunung Rajo telah merambah pasar luar negeri seprti Malaysia dan negara tetangga lainnya. Hanya saja penjualan masih belum terkondisi dengan baik. Salah satu daya tarik batu kalimaya asal daerah ini adalah jumlah warna yang dipancarkan. Kalimaya kualitas terbaik ditandai warna yang dipancarkan berjumlah lima atau tujuh.
Tidak tanggung tanggung, batu kalimaya kualitas super diluar negeri dapat dijual dengan harga tinggi. Salah seorang kolektor sekaligus pedagang batu kalimaya menyebutkan pernah menjual batu kalimaya asal Gunung Rajo dengan harga Rp2 juta perbatu (sebesar biji kopi). “Itu untuk batu yang memiliki warna sebanyak lima. Namun bila jumlahnya tujuh akan terjual lebih mahal,” katanya.
Namun jika harga kualitas satu itu terlalu berat, penikmat cincin kalimaya tidak usah kecewa. Anda masih dapat mempeoleh batu kalimaya standar yang hanya memancarkan satu warna. Untuk kalimaya satu warna warga setempat biasanya menjual seharga Rp100-300 ribu, tergantung bentuk dan ukuran batu tersebut.
“Di luar banyak beredar batu kalimaya palsu. Oleh karena itu, bagi penyuka batu kalimaya yang belum mengerti tentang batu sebaiknya datang langsung ke kawasan Gunung Rajo,” katanya.
Demikian Informasi mengenai Mengenal Batu Kalimaya Surantih. Semoga informasi in bermanfaat bagi anda semua.
Tahukah anda? Ternyata selain selain di Banten batu kalimaya terbaik di Indonesia adalah yang dihasilkan Gunung Rajo, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.
Gunung Rajo berjara sekitar 37 Km dari Kota Painan dan sekitar 2,5 Km dari Pasar Surantiah. Dari arah Padang, setelah melewati Pasar Surantiah 2,5 Km Anda berbelok ke kanan, itulah Kampung Sungai Sirah dan terletak persis di pinggir pantai. Gunung Rajo sendiri dianggap tempat bersejarah dan keramat oleh masyarakat setempat. Dari “gunung” kecil inilah dihasilkan batu berharga yang banyak diburu orang.
Hampir setiap hari pemburu batu datang ke Gunung Rajo untuk mendapatkan batu kalimaya. Mereka datang dari berbagai daerah, misalnya Padang, Pasaman, Solok dan bahkan dari Darmasraya hanya untuk sekedar mendapatkan batu yang menyedot perhatian penikmat batu berharga.
Tidak tanggung tanggung, pengunjung Gunung Rajo datang membawa peralatan lengkap, misalnya linggis, palu, pacul dan perkakas lainnya. Tidak jarang pula pengunjung sengaja bermalam dilokasi untuk mendapatkan kalimaya. Untuk mendapatkan batu kalimaya seseorang harus menajat tebing dan mengais kulit atau permukaan tanah dengan peralatan yang telah disediakan. Namun tidak jarang, batu itu berada dalam bongkahan batu besar, dan untuk mengeluarkannya batu tersebut harus dipahat.
Gunung Rajo diketahui memiliki kandungan batu kalimaya sudah sejak lama, namun akibat sulit untuk mengeksploitasinya karena harus memecah batu karang. Dulu tidak banyak batu yang diperoleh warga. Namun setelah kawasan itu dimanfaatkan salah satu perusahaan untuk memenuhi material proyek, maka batu batu berharga itu mulai diketahui publik setelah batu batu besar di pecah. Dan Gunung Rajo menjadi buncah setelah itu.
Namun kini, bila ingin mendapatkan kalimaya tanpa harus mendaki karang dan bongkahan bebatuan yang pecah setelah digarap perusahaan, maka anda dapat memperolehnya melalui masyarakat setempat. Warga setempat rata rata menyimpan batu kalimaya.
Batu kalimaya asal Gunung Rajo telah merambah pasar luar negeri seprti Malaysia dan negara tetangga lainnya. Hanya saja penjualan masih belum terkondisi dengan baik. Salah satu daya tarik batu kalimaya asal daerah ini adalah jumlah warna yang dipancarkan. Kalimaya kualitas terbaik ditandai warna yang dipancarkan berjumlah lima atau tujuh.
Tidak tanggung tanggung, batu kalimaya kualitas super diluar negeri dapat dijual dengan harga tinggi. Salah seorang kolektor sekaligus pedagang batu kalimaya menyebutkan pernah menjual batu kalimaya asal Gunung Rajo dengan harga Rp2 juta perbatu (sebesar biji kopi). “Itu untuk batu yang memiliki warna sebanyak lima. Namun bila jumlahnya tujuh akan terjual lebih mahal,” katanya.
Namun jika harga kualitas satu itu terlalu berat, penikmat cincin kalimaya tidak usah kecewa. Anda masih dapat mempeoleh batu kalimaya standar yang hanya memancarkan satu warna. Untuk kalimaya satu warna warga setempat biasanya menjual seharga Rp100-300 ribu, tergantung bentuk dan ukuran batu tersebut.
“Di luar banyak beredar batu kalimaya palsu. Oleh karena itu, bagi penyuka batu kalimaya yang belum mengerti tentang batu sebaiknya datang langsung ke kawasan Gunung Rajo,” katanya.
Demikian Informasi mengenai Mengenal Batu Kalimaya Surantih. Semoga informasi in bermanfaat bagi anda semua.
Batu Cempaka Madu Makin Naik Daun
Batu Cempaka Madu Makin Naik Daun- Salah satu batu akik yang cukup populer dan dan terkenal saat ini adalah batu akik cempaka madu. Jenis batu akik ini di kenal dari warnanya yang kuning agak kemerahan, sehingga batu akik cempaka madu ini sangat cantik dan manis menawan. Walaupun batu akik cempaka madu ini terlihat sangat anggun tetapi dari sisi harga cukup terjangkau dan tidak terlalu mahal. Karena kecantikan warna batu ini banyak yang menjadikannya sebagai perhiasan atau sekedar koleksi.
Saat ini permata atau batu akik masih sangat digandrungi bahkan sering menjadi buruan banyak orang, baik oleh para penghobi maupun kolektor. Harga permata yang mahal tak hanya dijadikan sebagai perhiasan untuk menunjang gaya hidup tapi juga sebagai investasi.
Batu Cempaka Madu adalah batu akik yang cukup populer saat ini, dengan ciri khas warna kuning agak kemerahan membuat batu ini terlihat sangat cantik dan menawan. Disamping harganya yang cukp terjangkau, batu ini juga memiliki beragam warna sehingga banyak penghobi menyukai jenis batu ini sebagai penghiasan atau koleksi pribadi.
Batu jenis cempaka juga dikenal dengan nama citrine berasal dari bahasa Prancis citron yang berarti Jeruk Lemon dengan ciri khas warna kuning keemasan. Batu citrine ini banyak ditemukan di Brasil. Perbedaan antara batu citrine dengan batu cempaka madu terletak pada tingkat kristalnya, dimana batu citrine tampak lebih jernih sehingga tidak dikatakan kuning madu.
Batu jenis cempaka madu banyak ditemukan di derah pacitan yang dikenal dengan batu Chalcedony dengan beragam warna menarik seperti kuning, kemerahan atau warna lain sedangkan untuk warna merah ada yang disebut red baron. Beragam corak dan warna batu cempaka ini memudahkan penghobi menentukan pilihan warna yang sesuai dengan keinginan.
Sama halnya dengan batu akik lainnya, harga batu ini juga tergantung kualitas dan coraknya, semakin semakin menarik maka harga batu akan semakin mahal mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
Demikian informasi tentang Batu Cempaka Madu Makin Naik Daun. Semoga informasi singkat ini bermanfaat bagi anda.
Saat ini permata atau batu akik masih sangat digandrungi bahkan sering menjadi buruan banyak orang, baik oleh para penghobi maupun kolektor. Harga permata yang mahal tak hanya dijadikan sebagai perhiasan untuk menunjang gaya hidup tapi juga sebagai investasi.
Batu Cempaka Madu adalah batu akik yang cukup populer saat ini, dengan ciri khas warna kuning agak kemerahan membuat batu ini terlihat sangat cantik dan menawan. Disamping harganya yang cukp terjangkau, batu ini juga memiliki beragam warna sehingga banyak penghobi menyukai jenis batu ini sebagai penghiasan atau koleksi pribadi.
Batu jenis cempaka juga dikenal dengan nama citrine berasal dari bahasa Prancis citron yang berarti Jeruk Lemon dengan ciri khas warna kuning keemasan. Batu citrine ini banyak ditemukan di Brasil. Perbedaan antara batu citrine dengan batu cempaka madu terletak pada tingkat kristalnya, dimana batu citrine tampak lebih jernih sehingga tidak dikatakan kuning madu.
Batu jenis cempaka madu banyak ditemukan di derah pacitan yang dikenal dengan batu Chalcedony dengan beragam warna menarik seperti kuning, kemerahan atau warna lain sedangkan untuk warna merah ada yang disebut red baron. Beragam corak dan warna batu cempaka ini memudahkan penghobi menentukan pilihan warna yang sesuai dengan keinginan.
Sama halnya dengan batu akik lainnya, harga batu ini juga tergantung kualitas dan coraknya, semakin semakin menarik maka harga batu akan semakin mahal mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
Demikian informasi tentang Batu Cempaka Madu Makin Naik Daun. Semoga informasi singkat ini bermanfaat bagi anda.
Tips Merawat Batu Permata Agar Tetap Mengkilap
Tips Merawat Batu Permata Agar Tetap Mengkilap- Merawat batu cincin merupakan hal yang paling penting untuk Keawetan koleksi Batu Akik anda. Ini bertujuan agar koleksi-koleksi batu akik Anda tidak gampang rusak sehingga menimbulkan kerugian bagi Anda. Dibutuhkan kejelian dan waktu tersendiri untuk melakukannya.
Merawat batu akik agar menjadi lebih indah, pastinya jadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh pecinta batu alam ini. Bagi kolektor, memandangi batu akik yang berpenampilan indah adalah kepuasan tersendiri yang tak terbayarkan. Karena itu berbagai teknik sering dilakukan untuk membuat batu alam itu menjadi lebih tua dan berkilau.
Lalu bagaimana upaya kita agar batu tetap awet, tidak rusak dan selalu kinclong? Berikut ini cara merawat batu cincin yang baik agar tetap bagus dan berkilau:
1. Hindari batu dari terik matahari langsung jika anda tidak begitu emahami karakter batu yang dimiliki. Karena ada jenis batu yang rentan terhadap panas dalam waktu lama bai panas apai atau matahari yang bisa menyebabkan batu berubah warna ata bahkan bisa hancur
2. Hindarkan mencuci batu dengan air panas. Memang ada beberapa jenis batuan mulia yang perlu dicuci dengan air hangat (bukan panas) tapi tetap harus melihat pada karakter batu itu sendiri. Batu dengan tingkat kekerasan rendah akan membuat batu menjadi rusak
3. Mencuci dengan air sabun. Anda bisa mencuci menggunakan sabun mandi, tapi jangan mengunakan pemutih pakaian atau bahan kimia yang bersifat panas.
4. Gunakan lap yang halus untuk menggosok batu dan lakukan secara berlahan. Bisa juga menggunakan sikat gigi bekas yang lembut untuk membersihkan bagian-bagian yang tidak bisa dijangkau dengan kain lap. Setelah itu diangin-anginkan (jangan dijmur)
5. Penggunaan air sebagian pedagang tidak menganjurkan, terutama untuk batu cincin yang memiliki pengikat kurang berkualitas karena akan merusak
6. Selain mencuci dengan air, untuk membuat batu cincin tetap berkilau bisa menggosok dengan kain halus dan kering secara berulang untuk melepaskan kotoran yang menempel dipermukaan batu.
Demikian artikel singkat tentang Tips Merawat Batu Permata Agar Tetap Mengkilap, semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda semua. Selamat Mencoba.
Merawat batu akik agar menjadi lebih indah, pastinya jadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh pecinta batu alam ini. Bagi kolektor, memandangi batu akik yang berpenampilan indah adalah kepuasan tersendiri yang tak terbayarkan. Karena itu berbagai teknik sering dilakukan untuk membuat batu alam itu menjadi lebih tua dan berkilau.
Lalu bagaimana upaya kita agar batu tetap awet, tidak rusak dan selalu kinclong? Berikut ini cara merawat batu cincin yang baik agar tetap bagus dan berkilau:
1. Hindari batu dari terik matahari langsung jika anda tidak begitu emahami karakter batu yang dimiliki. Karena ada jenis batu yang rentan terhadap panas dalam waktu lama bai panas apai atau matahari yang bisa menyebabkan batu berubah warna ata bahkan bisa hancur
2. Hindarkan mencuci batu dengan air panas. Memang ada beberapa jenis batuan mulia yang perlu dicuci dengan air hangat (bukan panas) tapi tetap harus melihat pada karakter batu itu sendiri. Batu dengan tingkat kekerasan rendah akan membuat batu menjadi rusak
3. Mencuci dengan air sabun. Anda bisa mencuci menggunakan sabun mandi, tapi jangan mengunakan pemutih pakaian atau bahan kimia yang bersifat panas.
4. Gunakan lap yang halus untuk menggosok batu dan lakukan secara berlahan. Bisa juga menggunakan sikat gigi bekas yang lembut untuk membersihkan bagian-bagian yang tidak bisa dijangkau dengan kain lap. Setelah itu diangin-anginkan (jangan dijmur)
5. Penggunaan air sebagian pedagang tidak menganjurkan, terutama untuk batu cincin yang memiliki pengikat kurang berkualitas karena akan merusak
6. Selain mencuci dengan air, untuk membuat batu cincin tetap berkilau bisa menggosok dengan kain halus dan kering secara berulang untuk melepaskan kotoran yang menempel dipermukaan batu.
Demikian artikel singkat tentang Tips Merawat Batu Permata Agar Tetap Mengkilap, semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda semua. Selamat Mencoba.
Cara Merawat Batu Giok Sabun Sukabumi
Cara Merawat Batu Giok Sabun Sukabumi- Batu Giok sabun sangat indah dan mempesona dengan warna kuning seperti sebuah permen. Namun batu sabun hanya memiliki tingkat kekerasan 5-6,5 skala mohs jadi sangat mudah dalam merawatnya.
Batu asal Sukabumi ini dikenal dengan istilah Batu Koneng atau sering juga disebut dengan Batu Akik Sabun. Batu ini termasuk kedalam kategori batu jenis giok, dimana peredarannya meliputi daerah Garut, Sukabumi Tasik dan sekitarnya.
Dengan boomingnya batu mulia menjadikan batu sabun sukabumi ikut terdongkrak kepopulerannya, Untuk bahan batu sabun harganya berkisar antara 50 – 80 ribu rupiah, sedangkan bila sudah dibentuk menjadi mata cincin berkisar antara 150 – 300 ribu rupiah untuk ukuran sedang.
Bagi penggemar batu yang sudah mengoleksi batu sabun, saya sarankan berhati-hati saat memakainya karena batu sabun sangat mudah tergores dan cepat kusam. Untuk itu simak tips cara merawat batu sabun sukabumi dibawah ini:
Pertama: Hindarkan batu sabun dari air hujan
Kedua: Untuk memoles batu sabun gunakan kertas intan
Ketiga: Olesi dengan minyak zaitun atau baby oil untuk menjaga warna
Demikian tulisan singkat tentang Cara Merawat Batu Giok Sabun Sukabumi agar selalu indah, kami sarankan batu sabun untuk dipakai setiap hari karena cara tersebut juga bisa membuat batu sabun menjadi bagus dan tua.
Batu asal Sukabumi ini dikenal dengan istilah Batu Koneng atau sering juga disebut dengan Batu Akik Sabun. Batu ini termasuk kedalam kategori batu jenis giok, dimana peredarannya meliputi daerah Garut, Sukabumi Tasik dan sekitarnya.
Dengan boomingnya batu mulia menjadikan batu sabun sukabumi ikut terdongkrak kepopulerannya, Untuk bahan batu sabun harganya berkisar antara 50 – 80 ribu rupiah, sedangkan bila sudah dibentuk menjadi mata cincin berkisar antara 150 – 300 ribu rupiah untuk ukuran sedang.
Bagi penggemar batu yang sudah mengoleksi batu sabun, saya sarankan berhati-hati saat memakainya karena batu sabun sangat mudah tergores dan cepat kusam. Untuk itu simak tips cara merawat batu sabun sukabumi dibawah ini:
Pertama: Hindarkan batu sabun dari air hujan
Kedua: Untuk memoles batu sabun gunakan kertas intan
Ketiga: Olesi dengan minyak zaitun atau baby oil untuk menjaga warna
Demikian tulisan singkat tentang Cara Merawat Batu Giok Sabun Sukabumi agar selalu indah, kami sarankan batu sabun untuk dipakai setiap hari karena cara tersebut juga bisa membuat batu sabun menjadi bagus dan tua.
Langganan:
Postingan (Atom)






